Kematian Tragis Akibat Bunuh Diri Seorang Imam Italia
, 75 Tahun
Ia ditemukan tewas di dalam rumah pastoran parokinya setelah ia tidak hadir untuk memimpin Misa.
Corriere del Trentino melaporkan kematian tersebut sebagai tindakan sukarela.
Dua bulan sebelumnya, ia mengetahui bahwa ia harus meninggalkan Paroki San Carlo pada bulan November untuk tugas pastoral lainnya. Zatelli secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak meminta untuk pindah.
Detail yang menyedihkan: Dalam khotbah Paskahnya, Don Zatelli berkhotbah tentang bunuh diri Yudas. Ia membahas Yudas sebagai seseorang yang diliputi keputusasaan dan tidak lagi mampu melihat melampaui rintangan di hadapannya, namun menekankan pengampunan Kristus dan membayangkan Yesus pada akhirnya memeluk Yudas di surga.
Ekaristi di Luar Rubrik
Sebuah wawancara tahun 2019 menyebutnya sebagai “anak nakal abadi Gereja Trentino.”
Sebuah profil pada November 2020 menggambarkan Zatelli sebagai sosok yang bekerja di semacam paroki laboratorium.
Ekaristi yang dipimpinnya melampaui rumusan-rumusan dan menafsirkan Injil melalui peristiwa-peristiwa kontemporer. Dewan pastoralnya digambarkan sebagai dewan yang berorientasi ke masa depan, bukan pada aturan. Paroki tersebut membahas topik-topik termasuk seksualitas, orang-orang yang tidak beragama, dan agama-agama lain.
Penekanan teologisnya adalah: “Tuhan tidak menghukum, melainkan merangkul.”
Pembaptisan untuk Anak-Anak dari Pasangan Homoseksual
Don Zatelli adalah seorang imam
Imam-imam lain di Trentino telah menolak pembaptisan tersebut sebelum pasangan-pasangan tersebut mendatangi Don Zatelli. Ia menyatakan bahwa pasangan homoseksual tersebut adalah orang beriman dan bahwa pembaptisan itu adalah “hal yang paling alami dan indah di dunia”.
Yang terpenting, Zatelli meminta izin kepada Kuria keuskupan dan menerima “persetujuan resmi” dari Keuskupan Agung Trento, yang dipimpin oleh Monsignor Lauro Tisi.
Dalam wawancara pada Juni 2021 dengan media berita Trentino, il Dolomiti, Don Zatelli menafsirkan pembelaan Hongaria terhadap keluarga sebagai diskriminasi anti-homoseksual: “Apakah kita sudah gila?”
Ia bahkan bertanya mengapa homoseksualitas tidak boleh dibicarakan dengan anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Ia merangkum pendekatannya dengan ungkapan Paus Fransiskus, “Siapa aku ini untuk menghakimi?” Don Zatelli sangat antusias terhadap Paus Fransiskus dan menyebutnya sebagai “revolusi yang mengubah zaman.”
Terjemahan AI